Profil Desa Salawu
Menyelami warisan budaya, sejarah panjang, serta potensi luar biasa yang dimiliki oleh masyarakat Desa Salawu, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
01. Sejarah & Geografis
Legenda Desa (Sasakala)
Desa Salawu adalah desa lama yang dimekarkan, yang tadinya merupakan perpaduan antara Desa Malongpong dengan Desa Serang sekitar Tahun 1905, dan namanya diganti menjadi Desa Salawu. Pusat Pemerintahan Desa pun berpindah dari Malongpong ke Nanggorak (dekat sawah percontohan).
Untuk menentukan Pusat Pemerintah Desa dan Nama desa, para sepuh mengadakan Musyawarah (Berempug). Hasilnya, mereka sepakat untuk melarung (menghanyutkan) sapu pare di Sungai Ciwulan (tepatnya di Leuwi Salawu). Arus membawa sapu pare tersebut hingga berhenti di Beunghar blok Cisitu. Melihat hal tersebut, para sepuh sangat senang (Bingah Amarwatasuta) karena akhirnya menemukan tempat dan nama Desa yang sampai sekarang bernama Desa Salawu.
Kondisi Geografis
Keadaan Geografis Desa Salawu terletak di jalur Jalan Provinsi sebelah barat Kabupaten Tasikmalaya. Jarak antara Desa dengan Ibu Kota Kecamatan sekitar 500 m, dan dengan Ibu Kota Kabupaten sekitar 10 km.
- Ketinggian: 593 m mdpl
- Luas Wilayah: 292.017 Ha
- Topografi: Berbukit-bukit (400m - 800m mdpl)
Batas Administratif
- Sebelah Utara: Desa Serang
- Sebelah Timur: Desa Margalaksana
- Sebelah Selatan: Desa Jahiang & Desa Sukarasa
- Sebelah Barat: Desa Karang Mukti
Kondisi Fisik: Sungai Cimawate mengalir membelah Desa Salawu dan menjadi Sumber Air Baku bagi kehidupan. Lahan di sepanjang lembah sungai sangat subur untuk pertanian basah. Desa ini terbagi menjadi 6 Kedusunan (Dusun Salawu I, Salawu II, Nanggerang, Cisudang, Cikiray I, dan Cikiray II), 7 RW, dan 31 RT.
